
Tahun ajaran 2020/2021 akan segera dimulai, seiring dengan selesainya proses seleksi P2DB yang serentak mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas dengan mekanisme berbasis Zonasi alias berdasarkan alamat tempat tinggal siswa yang tertera pada Kartu Keluarga. Yang patut diapresiasi adalah seluruh proses tersebut berlangsung ditengah pandemi Covid-19 diseluruh penjuru negeri dapat terlaksana dengan lancar walaupun masih ada kritik sana sini.
Untuk tingkat menengah atas para calon peserta didik ataupun orang tua terkadang masih cukup bingung ataupun bimbang dalam memutuskan, akankah melanjutkan ke SMA atau SMK?
Sebenarnya tidaklah sulit menentukan untuk memilih antara SMA ataupum SMK itu. Tergantung orientasi serta perspektif dan ekspektasi yang ingin dilakukan setelah lulus sekolah menengah tingkat atas tersebut.
Paradigma yang berkembang luas adalah jika setelah lulus ingin langsung kerja, maka SMK solusinya,, sebaliknya jika setelah lulus ingin melanjutkan ke bangku perkuliahan, maka SMA adalah pilihan yang tepat. Hal tersebut tidak lah benar benar salah. Namun jika berbicara dunia kerja saat ini yang sudah memasuki revolusi industri 4.0 jika tidak memiliki skill atau keahlian dan keterampilan khusus maka bersiaplah untuk terhempas dan kebingungan dalam mencari pekerjaan yang diinginkan.
Penulis sendiri berpendapat jika memang dari awal adalah serius untuk segera memdapatkan pekerjaan maka SMK merupakan pilihan yang sangat tepat. Kejuruan yang ditawarkan sangat beragam mengikuti tren kebutuhan pasar. Ada jurusan Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Listrik, Otomotif, Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Peramgkat Lunak, Akuntansi, Marketing, Administrasi Perkantoran, Perhotelan, Tata busana, Tata Boga, Desain Komunikasi Visual, dan masih banyak lagi.
Lulusan SMK juga sudah tidak diragukan lagi kompetensinya bagi penyedia lapangan pekerjaan ataupun industri, karena keahlian dan keterampilan mereka sudah terlatih dan teruji selama tiga tahun di SMK. Sehingga siswa SMK bisa dikatakan siap bersaing di dunia kerja. Andaikan selepas lulus ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi pun juga sangat bisa. Namun disarankan ketika hendak melanjutkan ke perguruan tinggi , pilihlah program studi yang linier atau paling tidak berkaitan dengan jurusan yang diampu semasa di SMK.
Sedangkan untuk SMA, memang kecenderungan dan seyogyanya lulusannya melanjutkan ke jenjang lebih tinggi atau mengikuti kursus peningkatan skill tambahan agar bisa terserap oleh industri atau penyedia lapangan pekerjaan. Hal ini dikarenakan materi ajar masih sangat bersifat umum dan belum bersifat terapan. Namun beberapa sekolah sudah menyiapkan beberapa program baik intra maupun ekstrakurikuler dengan program yang bersifat keahlian dan kejuruan, sehingga sebagai bentuk antisipasi oleh pihak sekolah bilamana siswa yang bersangkutan memilih untuk tidak melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, dan memilih untuk terjun ke dunia kerja, maka lulusan SMA dapat bersaing dan berkompetensi.
Jadi, pilih mana SMA atau SMK ? kembali ke agan agan semua,, mana yang ingin lebih diprioritaskan apakah langsung kerja atau masih perlu lanjut kuliah?
Komentar
Posting Komentar